| rdfs:comment
| - Bahasa: • Indonesia • English Dalam buku-bukunya, Karl May sering menggunakan gaya bercerita yang dalam dunia sastra disebut Sudut Pandang Orang Pertama. Dalam gaya ini, si pencerita (narator) adalah salah satu tokoh dalam kisah itu. Dalam hal Karl May, si pencerita menjadi tokoh utama cerita. Dengan demikian, si pencerita selalu menyebut diri sendiri dengan "saya". Berikut ini adalah beberapa nama alias yang dipakai Karl May:
- Dalam buku-bukunya, Karl May sering menggunakan gaya bercerita yang dalam dunia sastra disebut Sudut Pandang Orang Pertama. Dalam gaya ini, si pencerita (narator) adalah salah satu tokoh dalam kisah itu. Dalam hal Karl May, si pencerita menjadi tokoh utama cerita. Dengan demikian, si pencerita selalu menyebut diri sendiri dengan "saya". Berikut ini adalah beberapa nama alias yang dipakai Karl May:
|
| abstract
| - Dalam buku-bukunya, Karl May sering menggunakan gaya bercerita yang dalam dunia sastra disebut Sudut Pandang Orang Pertama. Dalam gaya ini, si pencerita (narator) adalah salah satu tokoh dalam kisah itu. Dalam hal Karl May, si pencerita menjadi tokoh utama cerita. Dengan demikian, si pencerita selalu menyebut diri sendiri dengan "saya". Karena gaya bahasa ini, pembaca sering keliru dan menyangka bahwa tokoh utama itu adalah Karl May sendiri. Karl May pun menangapi hal ini dengan mengakuinya dan mengatakan: "Sayalah Old Shatterhand". Bahkan beraksi dengan berfoto menjadi Old Shatterhand dan Kara Ben Nemsi. Berikut ini adalah beberapa nama alias yang dipakai Karl May: 1.
* Old Shatterhand, julukan yang diberikan terhadap tokoh Charley. 2.
* Charley, nama tokoh utama dalam serial Winnetou. 3.
* Scharlich, nama panggilan Winnetou terhadap tokoh Charley. 4.
* Kara Ben Nemsi, nama tokoh Charley ketika berada di Timur Tengah 5.
* Kara Nirwan Khan, nama tokoh Charley ketika berada di Albania.
- Bahasa: • Indonesia • English Dalam buku-bukunya, Karl May sering menggunakan gaya bercerita yang dalam dunia sastra disebut Sudut Pandang Orang Pertama. Dalam gaya ini, si pencerita (narator) adalah salah satu tokoh dalam kisah itu. Dalam hal Karl May, si pencerita menjadi tokoh utama cerita. Dengan demikian, si pencerita selalu menyebut diri sendiri dengan "saya". Karena gaya bahasa ini, pembaca sering keliru dan menyangka bahwa tokoh utama itu adalah Karl May sendiri. Karl May pun menangapi hal ini dengan mengakuinya dan mengatakan: "Sayalah Old Shatterhand", bahkan beraksi dengan berfoto menjadi Old Shatterhand dan Kara Ben Nemsi. Berikut ini adalah beberapa nama alias yang dipakai Karl May: 1.
* Old Shatterhand, julukan yang diberikan terhadap tokoh Charley. 2.
* Charley, nama tokoh utama dalam serial Winnetou. 3.
* Scharlich/Schar-lich/Scharlieh, nama panggilan Winnetou terhadap tokoh Charley. 4.
* Kara Ben Nemsi, nama tokoh Charley ketika berada di Timur Tengah 5.
* Vauva-Shala (dalam Ein Ölbrand) 6.
* Selki-Lata/Selkhi-Lata (dalam Unter der Windhose, Der Ölprinz) 7.
* Nonpay-Klama/Noupay-Klama (dalam Der Sohn des Bärenjägers) 8.
* Nina Nonton (dalam Der Geist des Llano estakado) 9.
* Abu Jadd Ed Drab (dalam Die Sklavenkarawane) 10.
* Müller 11.
* Carlos 12.
* Charles 13.
* Ka-Ut-Skamasti 14.
* Jones 15.
* Arriques 16.
* Tocaro 17.
* Pokai-Mu (dalam Der Schatz im Silbersee) 18.
* El-Rasteador 19.
* Tave-Schala 20.
* März 21.
* Old Firefoot 22.
* Mr. Beyer 23.
* Meier (dalam Weihnacht!) 24.
* Sappho (dalam Weihnacht!) 25.
* Mr. German 26.
* Herzle (dalam Winnetou IV) Tokoh Old Shatterhand/Kara Ben Nemsi digambarkan sebagai sosok yang bertubuh kecil namun memiliki pukulan yang sangat kuat hingga sanggup merobohkan seorang laki-laki dewasa hanya dengan sekali pukul. Demikianlah caranya memperoleh julukan "Old Shatterhand" (tangan yang menghancurkan). Ia juga memiliki dua pucuk senapan yang ampuh, Senapan Henry dan Senapan Pemburu Beruang. Selain itu, ia juga seorang penembak jitu, penunggang kuda yang handal, dan yang terpenting memiliki kecerdasan yang sanggup menelurkan berbagai gagasan cerdik untuk memecahkan berbagai masalah. Tokoh Old Shatterhand tidak suka membunuh sesama manusia. Ia hanya membunuh jika terpaksa dan lebih suka menyelesaikan berbagai persoalan menggunakan kecerdikan daripada kekerasan, serta selalu menyarankan orang lain untuk melakukannya juga, termasuk Winnetou, sahabatnya.
|