Ia diperkenalkan dengan karya-karya Karl May untuk pertama kalinya oleh kakaknya ketika masih bersekolah di SD pada masa 1960-an. Semenjak itu, ia rajin meminjam buku sang kakak dan sudah menyelesaikan puluhan buku ketika duduk di bangku SMP. Ia baru mampu membeli sendiri duapuluh tahun kemudian. Buku-buku karya Karl May dan tentang Karl May yang tidak berbahasa Indonesia diperolehnya secara cuma-cuma karena aktif berkorespondensi dengan para penggemar maupun penerjemah karya-karya Karl May baik dari dalam maupun luar negeri.
| Graph IRI | Count |
|---|